Tampilkan postingan dengan label Panglima ABRI / PANGAB. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panglima ABRI / PANGAB. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Juni 2016

BUKU SEJARAH DAN BIOGRAFI JENDERAL TNI L.B. MOERDANI, " BENNY TRAGEDI SEORANG LOYALIS ".

BUKU SEJARAH DAN BIOGRAFI TOKOH MILITER DAN INTELIJEN LEGENDARIS INDONESIA, TOKOH DAN SESEPUH RPKAD (SEKARANG KOPASSUS TNI-AD), DAN MANTAN PANGLIMA ABRI YANG KONTROVERSIAL ; JENDERAL TNI (PURN)  L..B. MOERDANI, " BENNY TRAGEDI SEORANG LOYALIS ", KARYA JULIUS POUR.




Jenderal TNI L.B. Moerdani adalah sosok militer yang pernah memiliki pengaruh dan kekuasaan sangat besar di indonesia, bahkan sebelum ia menjabat sebagai Panglima ABRI. 

Perjalanan karir militernya banyak dihabiskan di medan tempur dan namanya cukup banyak bersinggungan dengan catatan sejarah Indonesia. 


BERIKUT INI ADALAH PERIODE-PERIODE PENTING DALAM KARIR BENNY MOERDANI : 

- Sejak masa remaja sudah ikut mengangkat senjata mempertahankan kemerdekaan sebagai Tentara Pelajar. 

- Masuk Pusat Pendidikan Perwira Angkatan Darat (P3AD), untuk manjadi Perwira Cadangan. 

- Selanjutnya terpilih ikut pendidikan tambahan di Sekolah Pelatih Infanteri (SPI), meskipun harus menenpuh pendidikan lebih lama, namun Benny bukan lulus sebagai Perwira Cadangan, tapi langsung menjadi Perwira Militer Profesional dengan pangkat Letnan Dua Infanteri. 

- Selama Operasi Militer penumpasan Republik Maluku Selatan (RMS), Letkol Slamet Riyadi dan Kolonel A.E. Kawilarang sangat terkesan dengan ketangguhan Ex Pasukan komando KNIL, yaitu Korps Speciale Troepen (KST), pasukan Baret hijau ini meskipun dari segi personil sangat kecil, tapi mampu membendung pasukan penyerbu yang berlipat ganda. Setelah selesai menumpas RMS, A.E. Kawilarang diangkat menjadi Panglima TT III/Siliwangi di Bandung, saat itulah Kawilarang segera membentuk Kesatuan komando Teritorium III (Kesko TT III), dengan memanggil Rokus Bernardus Visser yang dikenal dengan nama Mochamad Idjon Djanbi untuk melatih dan membentuk pasukan komando ini. 
Pada perkembangan selanjutnya, karena dinilai berhasil dalam menumpas DI-TII, kesatuan komando ini diambil alih oleh Markas besar Angkatan Darat dan namanya diganti menjadi Kesatuan Komando Angkatan Darat (KKAD), dan Benny Moerdani, Dading Kalbuadi, Soeweno menjadi tenaga inti pelatih, untuk itu mereka harus mengikuti latihan dasar komando, selanjutnya KKAD dinamakan Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD), kemudian Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD). 

- Turut serta dalam Operasi penumpasan PRRI di Sumatera dan PERMESTA di Sulawesi Utara.

- Melanjutkan pendidikan di Infantry Officers Advanced Course di Fort Benning, USA dan kursus tambahan di pangkalan US Navy di Little Creek, Virginia, dilengkapi dengan pendidikan intelijen. Benny juga mengikuti pendidikan Marinir dan program latihan Underwater Demolition Team (UDT), kemudian mengikuti Airborne Course, selanjutnya meneruskan latihan Special Forces di North Carolina, beliau juga masuk kamp militer pasukan lintas udara legendaris Amerika Serikat, yaitu 101 Airborne Division. 
Berbagai tanda kecakapan militernya itu tak pernah ditampilkannya, dia tidak setuju dengan sebagian rekannya yang gemar menempelkan berbagai tanda jasa dan tanda kecakapan, baginya kemampuan bukan dilihat dari penampilan. 
Kelak setelah menjadi Panglima ABRI pun, Benny lebih sering tampil hanya dengan mengenakan seragam Pakaian Dinas Harian dan hanya mengenakan Wing Para-nya. Namun begitu penampilannya tetap angker dengan wajah dingin tanpa senyum, pandangan tajam penuh wibawa. 

- Memimpin Pasukan Naga dalam rangka TRIKORA. 

- Infiltrasi di Kalimantan Utara dalam rangka Konfrontasi dengan Malaysia. 

- Karena ketegasannya terpaksa Benny harus bertentangan dengan atasannya dan terpaksa keluar dari RPKAD. 

- Bertugas di Intelijen KOSTRAD, dengan menyamar sebagai Asisten Sales Manager Garuda di Bangkok. 

- Di bawah supervisi Ali Moertopo, Benny Moerdani turut merintis rekonsiliasi dan normalisasi hubungan dengan Malaysia. 

- Menjadi Konsul Jenderal, kemudian Kuasa Usaha di Seoul, Korea Selatan dan sempat menjadi sahabat pribadi Jenderal Park Chung Hee, Presiiden Korea. 

- Pada tanggal 15 Januari 1974, Jakarta terbakar oleh peristiwa Malari, segera setelah itu Ali Moertopo memanggil pulang Benny, ternyata Pak Harto menunjuknya sebagai Ketua G-I/Intelijen Hankam, dalam perkembangannya tugas Benny semakin banyak dalam menangani jaringan intelijen, Ia kemudian memegang jabatan Komandan Satuan Tugas Intelijen (SATGAS INTEL) dengan memegang beberapa jabatan rangkap, yaitu Asisten I/Intelijen Hankam, asisten Intelijen Kopkamtib, Wakil Kepala BAKIN dan yang tak kalah prestisius adalah ia juga menjabat Kepala Pusat Intelijen Strategis (KAPUSINTELSTRAT) Hankam. Dalam kapasitasnya sebagai KAPUSINTELSTRA, Benny secara langsung membawahi dan berhak menggerakkan 4 (Empat) Group Kopassandha dengan kekuatan 5.000 personil, apabila negara dalam keadaan krisis. Hal yang mungkin, tak pernah dibayangkannya, semasa bertugas di RPKAD, Benny hanya sampai menjabat sebagai Dan Yon I RPKAD, kini malah memiliki kekuasaan yang demikian besar. 

- Merancang Operasi Komodo, Flamboyan, Prihatin dan Seroja dalam rangka Integrasi Timor-Timur, bahkan Benny turun langsung di Bandara Comoro sehari setelah Dili berhasil direbut. 

- Merancang Operasi Pembebasan Penyanderaan Pesawat DC-9 Woyla, yang dipimpin oleh Letkol sintong Panjaitan, bahkan Benny turut serta bersama pasukan penyerbu ikut masuk pesawat. 

- Semua prestasinya, akhirnya membawanya sampai pada puncak karir militer aktif, ia diangkat dsebagai Panglima ABRI oleh Presiden Soeharto, dan Presiden Soeharto sendiri yang memasangkan tanda bintang empat di pundak Benny. 

- Tak selamanya Benny dipandang sebagai pahlawan, kasus Taanjung Priok berdarah dan Kasus Penembakan Misterius membawa namanya sebagai tokoh kontroversial, terutama di mata lawan-lawan politiknya. 

- Karirnya harus meredup dengan cepat, segera setelah Kelancangan dan keberaniannya menegur Presiden Soeharto tentang bisnis anak-anak Pak Harto, ia dicopot secara mendadak dari jabatan Panglima ABRI, ditambah lagi dengan isu-isu yang beredar, bahwa ia akan melalukan kudeta (Hal yang tak pernah terbukti hingga kini). Bennykemudian dikucilkan oleh pak Harto dan di tubuh ABRI sendiri terjadi pergeseran-pergeseran jabatabyang disitilahkan sebagai De-Bennysasi). 

- Tapi ternyata mata Pak Harto pada akhirnya terbuka, ternyata orang yang pernah sangat disayangi dan dihormatinya, namun kemudian dibencinya adalah orang yang memang layak disayang. Hal ini terlihat saat Jenderal L.B. Moerdani meninggal dunia, Pak Harto yang terkenal sebagai orang yang keras pada orang-orang yang tidak disukainya, ternyata berkenan hadir untuk melayat ke rumah duka. 

SEMUA KISAHNYA DAPAT ANDA BACA DALAM BUKU INI. 

SPESIFIKASI : 

- Buku baru bersegel DAN BUKU BEKAS 
- Soft cover. 
- BUKU BEKAS RATA-RATA MASIH BERKONDISI BAGUS, HANYA ADA NAMA PEMILIK SEBELUMNYA DAN SEDIKIT TEKUKAN HALUS YANG TIDAK TERLALU KENTARA. 
- Dilengkapi dengan beberapa foto.
- Penerbit Kata Hasta Pustaka. 
- Entah cetakan keberapa, karena ada beberapa kali cetak. 
- 402 halaman. 
- Ukuran 14,6 x 23 cm. 

HARGA :

** BUKU BARU @ Rp 300.000,-- (FIX), BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM. 

** BUKU BEKAS @ Rp 225.000,-- (FIX), BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM. 



UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI TREEHOUSE KULAMA 081586008604 (SMS / WA / LINE). 

UNTUK MELIHAT KOLEKSI LENGKAP KAMI, SILAHKAN MENG "KLIK" SITUS BERIKUT: 

www.bukusejarah.com 
www.bukukoleksi.com 
www.bukujadul.com 
bukusejarahdanbiografi.blogspot.co.id 
bukumajalahjadul.blogspot.co.id 
bukug30spki1965.blogspot.co.id 
bukusejarahg30s.blogspot.co.id 
bukubudayajawa.blogspot.co.id 
bukubonsai.blogspot.co.id 
bukusastrapopuler.blogspot.co.id 
bukusiliwangi.blogspot.co.id 
integrasitimortimur.blogspot.co.id 
jualbukupenting.blogspot.co.id 
sepatukudabekas.blogspot.co.id
pasukankomando.blogspot.co.id

MAAF, KAMI TIDAK MELAYANI TRANSAKSI SECARA COD. 



Sabtu, 14 Mei 2016

BIOGRAFI MANTAN MENHANKAM / PANGLIMA ABRI, JENDERAL M. PANGGABEAN : BERJUANG DAN MENGABDI.


BUKU SEJARAH DAN BIOGRAFI MENHANKAM/PANGAB, JENDERAL TNI MARADEN PANGGABEAN

.


Membaca buku biografi Jenderal TNI Maraden Panggabean akan memberikan kita pengetahuan tentang berbagai hal dalam sejarah perjuangan Republik Indonesia. Yang sangat menonjol dan menarik adalah sajian tentang sejarah Perang Kemerdekaan di Sumatera, antara lain perjuangan para pemuda-pemudi Indonesia di palagan Medan Area dan khususnya Perang Gerilya sekitar jalan raya antara Sibolga dan Tarutung di Tapanuli, yang merupakan salah satu " JALUR MAUT " bagi tentara Belanda, suatu babak tersendiri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah Belanda yang ingin kembali menguasai Indonesia. Kisah ini sangat layak dikenang sepanjang masa karena marak dengan romantika revolusi, dari penggalan sejarah ini kita juga akan mengetahui bagaimana situasi perjuagan di Sumatera yang pada awalnya tidak terkoordinasi dengan baik, terjadinya saling serang antar pejuang guna merebut dominasi kekuatan, sekalipun tujuannya adalah sama-sama untuk mempertahankan kemerdekaan **).

Selain tentang Perang Kemerdekaan biografi Jenderal M. Panggabean juga berisi peristiwa-peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Republik Indonesia, baik yang yang bersentuhan langsung maupun tidak langsung dengan perjuangan dan pengabdian beliau, seperti

- Peristiwa Angkatan Perang Ratu Adil / APRA.
- Peristiwa 17 Oktober 1952.
- DI/TII.
- Pergolakan di Daerah (PRRI/PERMESTA).
- Tri Komando Rakyat / TRIKORA.
- Konfrontasi dengan Malaysia (Dwi Komando Rakyat / DWIKORA).
- Pengkhianatan G30S/PKI / GESTAPU dan penyelesaiannya.
- Peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 (MALARI).
- Masalah Integrasi Timor Timur.


SPESIFIKASI :

- Buku bekas.
- Soft cover.
- Masih bagus.
- HALAMAN LENGKAP.
- Dilengkapi dengan cukup banyak foto hitam putih dan berwarna.
- Penerbit Sinar Harapan.
- CETAKAN PERTAMA, 1993.
- 496 halaman.
- Ukuran 17 x 23 cm.


HARGA @ Rp 300.000,--(FIX), BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI TREEHOUSE KULAMA 081586008604 (SMS / WA / LINE).

MAAF, KAMI TIDAK MELAYANI TRANSAKSI SECARA COD.










Jumat, 12 Februari 2016

BIOGRAFI JENDERAL M. JUSUF PANGLIMA PARA PRAJURIT


BUKU BIOGRAFI TOKOH MILITER LEGENDARIS INDONESIA, SAKSI DAN PELAKU SEJARAH PENYERAHAN SURAT PERINTAH SEBELAS MARET " SUPERSEMAR ", DAN MANTAN PANGLIMA ABRI PALING POPULER SEPANJANG SEJARAH REPUBLIK INDONESIA.




PERJALANAN HIDUP DAN KARIER MILITERNYA SANGAT PANJANG, UNIK, DAN BERLIKU, SERTA BERSENTUHAN DENGAN BANYAK PERISTIWA PENTING DALAM SEJARAH REPUBLIK INDONESIA, ANTARA LAIN :


* Pernah menjadi ajudan Letkol Kahar Muzakkar (Kelak Menjadi Tokoh DI-TII di Sulawesi Selatan) di Yogyakarta, yang kemudian harus dihadapinya sebagai seorang pemberontak.
* Ajudan Panglima Tentara dan Teritorium /VII Kolonel A.E. Kawilarang dan sempat bertugas dalam penumpasan RMS di Pulau Seram.
* Panglima Komando Daerah Militer Sulawesi Selatan / Tenggara (KDMSST), kemudian menjadi KODAM XIV/Hasanuddin.
* Menteri Perisdustrian Ringan dalam Kabinet Dwikora.
* Menteri Perdagangan dalam Kabinet Ampera " Yang Disempurnakan ".
* Menteri Perindutrian dalam Kabinet Pembangunan.
* Menhankam/Pangab.
* Ketua Badan Pemeriksa Keuangan / BPK.


ADA BANYAK HAL YANG MENARIK DAN UNIK DARI SOSOK JENDERAL M. JUSUF INI, ANTARA LAIN :

* Perwira asal Sulawesi Selatan yang pertama mendapat kesempatan untuk belajar di luar negeri (US Army Infantry Officers Advanced Course - Fort Benning).

* Salah seorang penandatangan Piagam PERMESTA yang kemudian memisahkan diri dari kelompok pemberontak tersebut.

* Saat masih menjabat Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, jarang sekali memakai Pakaian Dinas Lapangan (PDL), sekalipun sedang memimpin operasi, bahkan setelah menjabat Menhankam/PANGAB sangat jarang mengenakan PDL.

* Bersama dengan Mayjen Amir Machmud dan Mayjen Basuki Rachmat, menjadi pelaku dan saksi sejarah proses keluarnya SUPERSEMAR, karena mereka bertigalah yang menerima surat itu untuk diberikan pada Letnan Jenderal Soeharto

* Senang mengendarai kendaraan tanpa supir dengan kecepatan tinggi.

* Dalam catatan TNI-AD, M. Jusuf adalah satu-satunya Panglima Kodam yang pernah mendapatkan serangan senjata secara serius dari pihak lawan (Dalam peristiwa Serangan oleh Andi Selle).

* Brigjen M. Jusuf adalah SATU-SATUNYA ORANG INDONESIA yang berangkat ke RRT dan pulang pertama ke Indonesia setelah G30S/PKI 1965 meletus dan satu-satunya yang tidak pernah diinterogasi di Makostrad, yang saat itu disebut sebagai proses " Bersih Diri / Screening "

* Setelah 13 tahun memegang jabatan sipil, secara mengejutkan ditunjuk menjadi orang nomor satu dalam jajaran militer aktif dan mungkin sepanjang sejarah ABRI dan TNI sampai kapanpun, hanya beliaulah satu-satunya perwira yang sudah lama menjadi "Orang Sipil " kemudian diangkat menjadi Panglima ABRI.

* SATU-SATUNYA JENDERAL YANG BERANI MENGGEBRAK MEJA DI HADAPAN PRESIDEN SOEHARTO dan Jenderal lainnya, sehubungan dengan adanya kabar burung tentang ambisi tertentu Jenderal M. Jusuf, semua terjadi karena kepopulerannya di kalangan ABRI dan masyarakat.

* Sangat perhatian pada bawahan.

* Dalam buku ini juga dibahas hubungan antara Jenderal M. Jusuf dan  Jenderal Leonardus Benjamin Moerdani  / L.B.Moerdani / Benny Moerdani, yang sering kali diisukan tidak harmonis dan saling intai, kenyataannya tidaklah demikian, bahkan setelah tak menjabat sebagai Panglima ABRIpun, Jenderal M. Jusuf selalu meminta L.B. Moerdani untuk memilih ajudannya dan para ajudan ini di kemudian hari juga menjadi orang-orang dekat Pak Jusuf.

* Ada pula tentang rencana sekelompok perwira TNI  yang mengarah pada kudeta, yang dipimpin seorang Mayor yang dikenal baik oleh Jenderal M. Jusuf, DAN TULISAN TANGAN SANG MAYOR JUGA DILAMPIRKAN DALAM BUKU INI, yang di akhir surat dimohon untuk " SEGERA DIBAKAR " setelah selesai dibaca.

* Dan masih banyak lagi hal-hal menarik lainnya dari sosok Jenderal M, Jusuf yang akan kita ketahui dari buku ini.


SPESIFIKASI :

Buku bekas.
Soft cover.
Kondisi semua stock plus minus masih bagus.
Hanya ada tulisan nama pemilik sebelumnya.
Halaman lengkap.
dilengkapi dengan foto-foto dan lampiran.
Penerbit Kata Hasta Pustaka.
Cetakan Kedua, April 2006.
458 halaman.
Ukuran 15 x 23 cm.


HARGA @ Rp 400.000,-- (FIX), BELUM TERMASUK ONGKOS KIRIM.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI TREEHOUSE KULAMA 081586008604 (SMS / WA / LINE)

UNTUK MELIHAT KOLEKSI KAMI YANG LEBIH LENGKAP, SILAHKAN MENG "KLIK " SITUS-SITUS BERIKUT INI :

www.bukusejarah.com 
www.bukukoleksi.com 
www.bukujadul.com 
bukusejarahdanbiografi.blogspot.co.id 
bukumajalahjadul.blogspot.co.id 
bukug30spki1965.blogspot.co.id 
bukusejarahg30s.blogspot.co.id 
bukubudayajawa.blogspot.co.id 
bukubonsai.blogspot.co.id 
bukusastrapopuler.blogspot.co.id 
bukusiliwangi.blogspot.co.id 
integrasitimortimur.blogspot.co.id 
jualbukupenting.blogspot.co.id 
sepatukudabekas.blogspot.co.id
pasukankomando.blogspot.co.id

MAAF, KAMI TIDAK MELAYANI TRANSAKSI SECARA COD.




DI BAWAH INI ADALAH EDISI HARD COVER BERJAKET (SUDAH TERJUAL).